Kamis, 26 Januari 2017

Kita (?)

Kita bersama
Itu yang mereka lihat.
Tapi yang aku rasa, alami hanya ada aku disini bertemen ruang dan waktu.
Bisakah kau dan aku menjadi kita?
Ketika kita tidak berada di tempat yang sama?

Ketika kau acuh,
Ketika kau menelantarkan,
Ketika kau pergi,
Adakah yang kau tau?
Tapi banyak hal yang kau tuntut.
Di saat aku membutuhkanmu, dengan mudahnya kau menolakku.
Di saat itu pula aku sadar seberapa besar keperdulianmu atas semua ini.

Ketidakpedulian mu membuatku mencari bantuan lain, dengan hangat mereka membantu.
Aku malu pada mereka
Justru orang lain saja perduli.
Sedangkan kau?

Sungguh tak ingin lagi aku menyapamu bahkan sampai melihatmu!
Betapa rasa sakit ini terlalu menusuk bagiku.
Jujur aku tidak sanggup
Tapi aku bisa apa?
Mungkin nanti disaat raga ini benar benar lelah,
Maafkan jika aku meninggalkan semua ini
Aku bahkan tidak ingin dipersalahkan nantinya.

Sekarang aku menangis, meski bukan itu maksudku.
Kau menghampiri bertanya kepadaku, tapi hanya air mata yang keluar dariku.
Secepat itu pula kau mendekapku,
Memberikan rasa aman bagiku (itu menurutmu)
Dalam dekapmu kau bisikkan kepadaku "terimakasih"
Sungguh itukah yang kau pikirkan?
Hancur aku mendengarnya,
Jika itu yang kau pikir adalah jawaban yang aku ingin untuk semua ini...
Betapa dangkalnya pemikiranmu!

Seketika itu juga sungguh aku tidak mau tau dan perduli lagi apa apa tentangmu!
Di hidupku cuma ada aku,
Jikalau pun itu berubah menjadi "kita"
Bukan kau orang yang aku inginkan untuk bersamaku.

Senin, 26 September 2016

Surat Cinta

Betapa dunia luar bisa dengan mudahnya membuka pikiran akan kehidupan.

Untukmu,

Aku baru menyadari akan keinginan yang teramat untuk bisa keluar, bukan aku membenci diam di dalam, hanya untuk pertama kalinya baru aku menyadari bahwa ada kehidupan lain di luar sana. Kehidupan yang membuatmu mempunyai angan hanya dengan melihat birunya langit. Angan indah yang bisa membuatmu merasa lebih hidup.

Dulu pernah aku berada di luar tapi sepertinya aku berada di tempat yang salah, sampai aku memutuskan untuk kembali ke dalam. Hanya karena pernah berada di tempat yang salah, jangankan angan mencoba untuk memikirkannya saja sepertinya tidak pernah.

Sesekali mungkin memang perlu untuk keluar sekedar membuka pikiran agar tidak terkurung pada pemikiran yang itu itu saja, tapi semua jelas ada batasan jangan sampai itu dilewati jika tidak ingin kecewa dibuatnya. Aku menikmati saat-saat dimana udara bisa dengan leluasanya mengambil alih tubuh ini dan kebisingan justru menjadi kawan.

Bukannya aku sedang mengurung diri aku hanya tengah bersiap hingga nanti saatnya tiba kita telah benar-benar siap untuk bersama-sama memiliki angan yang indah.

Senin, 11 Juli 2016

[kosong]

Seperti banyak orang bilang
Kita baru akan benar benar menyadari kehilangan ketika sesuatu itu benar benar hilang.

Kemarin lusa ada sebuah kisah tentang bagaimana seseorang harusnya saling mengerti akan yang lainnya.
Aku berkomentar dengan lantangnya karna bukan aku yang menjalani.
Tapi disaat yang sama terkadang aku lalai, bahwa harusnya mungkin itu bisa jadi pembelajaran.
Hari ni sesuatu terjadi dan aku berpikir berusaha mengurai persoalan.
Aku tertegun akan kisah lalu
Seperti pernah mengalami, aku baru tersadar 
Kisahku ini sama seperti yang pernah diceritakan
Aku malu sendiri, tertawa aku dibuatnya.

Baru aku pahami bahwa dibalik apa yang terjadi ada sesuatu yang bisa aku pelajari
Meski terkadang aku luput akan hal itu.



Selasa, 05 Juli 2016

Dejavu

Lagi, kalian memandangku hanya dengan sebelah mata 
Tidak, kali ini aku tidak kesal
Aku mencoba menyikapinya secara lebih bijak
Mungkin in bentuk rasa kasih sayang dari kalian untukku

Ketika aku kembali tiba di titik terendah
Aku diam,
Tapi sepertinya ini yang telah membuat kalian salah menduga
Aku diam bukan terpuruk
Aku diam bukan berarti mati
Aku diam, karna aku ingin
Dalam diam aku berfikir langkah apa yang selanjutnya harus aku ambil

Hal lain yang bisa aku tebak,
Kalian anggap aku sedih meratapi keadaan
Kenyataannya aku menikmati keadaan
Kekeliruan cara pandang yang membuat kita berbeda
Tak mengapa, aku justru bahagia
Itu artinya masih ada aku di hati kalian
Terimakasih aku ucapkan 

Semoga kelak kita bisa saling mengerti
Menghormati satu sama lain 
Tanpa harus ada prasangka
Tanpa harus ada pandangan sebelah mata

Halaman kita mungkin berbeda
Tidak bisa juga dipaksakan untuk sama
Aku dengan duniaku
Kalian dengan dunia kalian
Ada bukan untuk dipaksakan 
Tapi untuk saling melengkapi dengan menerima apa adanya
Bukan karena ada apanya...

Senin, 27 Juni 2016

Bagaimana seharusnya kita bersyukur (?)

Untuk diriku agar selalu ingat,

Bukan aku tidak ingin berjumpa
Bukan aku ingin menghindar
Bukan pula aku ingin bersembunyi
Tapi mungkin aku terlalu kecil jika berada diantara kalian sampai sampai mungkin aku tak akan dihiraukan.

Sampai akhirnya aku memberanikan diri,
Semua berjalan baik bahkan terlalu baik bahkan.
Aku mulai mengerti 
Setiap perjumpaan pasti ada artinya
Seperti sekarang kita berjumpa 
Aku justru bersyukur pada akhirnya
Bagaimana tidak...
Dari semua ceritamu, kau mengajarkan aku arti dari bersyukur 

Aku ada Sebagai pendengar
Mendengar ceritamu itu sudah cukup,
Kau bertanya, tidak adakah cerita yang dapat aku bagi?
Setelah mendengar ceritamu aku takut kau akan takut,
Ya aku mempunyai cerita.
Bagaimana kehidupan kita berjalan dengan sangat berbeda,
Sebegitunya berbeda hingga membuatku urung bercerita
Bukan aku pelit, meski mungkin kita bisa saling berbagi arti dari syukur
Entahlah, aku hanya takut apa yang aku maksud mungkin bukan itu yang kau tangkap.

Kau bertanya sesuatu pada dirimu meskipun sebenarnya kau sudah tau jawabannya.
Tapi kau terlihat seperti menikmati dengan membuat dirimu ada dalam masalah,
Aku coba membantu tapi lagi seperti kau menikmati sehingga aku tidak kau pedulikan.
Baiklah...

Dengan mendengarkan saja itu cukup untukku merefleksikan kehidupan, paling tidak kehidupanku sendiri 
Bagaimana selama ini aku menjalani hidup yang mungkin kau anggap teramat biasa tapi justru aku bisa tenang.
Bukan hakku untuk menghakimi
Tapi kalau kau memang menikmatinya, silahkan...
Satu yang mungkin bisa aku sampaikan,
Kau bisa saja mengeluh selama hidupmu, namun haruskah?

Kamis, 31 Desember 2015

Sesuatu yang terlambat...

Ada sebuah cerita,
Cerita dimana aku merasa seperti pemeran di dalamnya
Cerita dimana seperti kisah lalu yang kembali mengingatkan tentang kita yang belum bersatu.

Pernah aku menuangkan kisah ini dan aku belum bosan untuk sekali lagi bercerita, 

Aku kesal ketika mengingatnya,
Kesal terhadap diri sendiri seketika merasa bodoh sekaligus lucu.
Ketika aku meremehkan tentang rasa, menganggap semua seperti tidak nyata.

Aku teringat ketika telah lama kita terpisah kemudian sempat dipertemukan untuk sekedar bertukar cerita
Ketika semua terungkap dengan sendirinya dan engkau bercerita tentang yang lalu "seandainya sedari dulu semua ini yang terjadi, mungkin kisah kita akan berbeda"

Untukku semua seperti masih menggantung,
Meski kini kau telah jauh namun di hati yang terdalam aku meyakini kau akan kembali kepadaku.

Aku merindukan saat kita masih bisa bercerita, bisa mendengar kabar darimu.
Aku mungkin bisa saja memulai untuk itu tapi aku takut kau akan mengabaikanku.
Aku memang egois, tapi bolehkah aku memintamu?
Meminta hatimu kembali seperti dulu, 
Sekedar Memanggilku meski aku acuh tak perduli,
tetap berjalan menjahili ku sampai aku kesal.


"Tak ku mengerti mengapa begini
Waktu dulu ku tak pernah merindu
Tapi saat semuanya berubah
Kau jauh dariku pergi tinggalkan ku 
Mungkin memang ku cinta
Mungkin memang ku sesali 
Pernah tak hiraukan rasamu dulu
Aku hanya ingkari kata hatiku saja
Tapi mengapa kini cinta datang terlambat"

Rabu, 16 Desember 2015

Empty Space

Aku tau dulu adalah egoku yang membuat semua menjadi jauh
Aku tau dulu aku yang begitu menggebu gebu untuk lepas
Tapi sekarang semua terasa hampa
Terasa hampa karna aku harus berjauhan dengan orang terkasih

Hari hari kini aku lewati dengan penuh penantian
Penantian kapan akan berakhirnya
Seperti baru tersadar bahwa semua mungkin bukan untukku
Aku merasa kehilangan arah
Dan yang lebih mirisnya ada ruang kosong yang aku sendiri tidak tahu harus diisi dengan apa

Aku merindukan di saat pagi aku bangun tanpa harus diburu
Aku rindu di saat pagi ada waktu untukku berbincang dengan yang lain
Aku rindu ketika pagi aku mengantarnya ke depan pintu
Aku rindu ketika siang datang dan aku menunggu layaknya anak kecil
Sungguh aku merindu 

Aku disini tidak sendiri tapi justru aku merasa ada kekosongan
Entah apa dan kenapa, jawabannya masih belum aku temukan

Tuhan, Engkau maha tahu 
Aku duduk bersimpuh kepadaMu mengadah tangan untuk meminta pertolongan.