Senin, 14 Januari 2013

Pak Darmin

awal kisah, udah dari 2 hari yang lalu tv di rumah rusak. berharap tv ga kenapa kenapa dan bisa hidup normal seperti sediakala jadilah tv-nya didiemin aja. tapi setelah 2 hari gak ada perubahan, gw mulai cari info tentang dimana yang terima jasa service-an di koran. setelah dihadapkan beberapa pilihan iklan di koran, akhirnya pilihan jatuh ke iklan Pak Darmin. gw memutuskan untuk menelpon, minta beliau untuk dateng ke rumah alhamdulillah beliau mengiyakan untuk dateng. singkat cerita beliau datang untuk memperbaiki tv gw yang rusak. well, ternyata Pak Darmin ini sosok yang gak pendiem, a.k.a dia suka sesekali sambil bincang-bincang saat bekerja. di perbincangan kita (gw dan Pak Darmin) keliatan banget kalo beliau sangat mengetahui dan menyukai pekerjaannya ini. setelah ngalar ngidur, sampelah di topik tentang pekerjaannya terdahulu sebelum seperti sekarang. dulu beliau bekerja di sebuah pabrik, yang waktu kerjanya itu gak mengenal waktu, pergi subuh pulang malem. padahal pada saat itu beliau baru aja punya seorang anak. alhasil beliau melewatkan masa pertumbuhan anaknya dan itu membuat beliau sedih. hingga pada suatu saat perusahaannya mengharuskan adanya pemecatan pegawai secara masal, yang membuat beliau menjadi salah satunya. lepas dari perusahaan pabrik, Pak Darmin sempat di tawari untuk bekerja di sebuah kapal pesiar. tapi beliau menolak dengan alasan beliau tidak mau mengulangi kesalahannya di masa lalu. "enak sih tawaran gajinya, jauh dari gaji saya dulu di pabrik, udah gitu keliling dunia lagi. tapi saya gak mau keilangan moment sama anak saya lagi, sedih rasanya kita gak tau apa-apa tentang perkembangan anak di rumah."
entah kenapa berenti di moment beliau ngomong gitu, gw tiba-tiba ngerasa kaya terenyuh, betapa sayangnya seorang ayah terhadap keluarganya. lanjut ke cerita Pak Darmin, beliau bilang walaupun sekarang kerjanya gak kaya dulu, tapi setidaknya beliau merasa tenang saat kerja, karena tetap bisa dekat dengan keluarga. alasan lainnya karna katanya beliau udah bosen kerja sama orang, "kalo kerja sendiri gini kan enak waktunya bisa diatur sesuka kita." Pak Darmin, an electrician :)

Sabtu, 12 Januari 2013

aku bosan menjawab pertanyaan itu!

mengapa ada yang namanya basa-basi di dunia ini?
mengapa manusia terkadang senang melakukannya?
aku bosan menjawabnya!
pernahkah kita membayangkan hidup ini hanya dipenuhi dengan pertanyaan dari mereka mengenai apa yang telah kita lakukan dalam hidup?
tidakkah masih banyak pekerjaan lain yang bisa dilakukan selain sekedar beremeh temeh untuk bertanya?
entah apalah itu namanya basa-basi atau memang tulus untuk dilakukan, tapi terimakasih.
saya baik-baik saja dengan apa yang saya lakukan di hidup ini!
(12113)

Minggu, 06 Januari 2013

One Day

mau share nonton film yang worth to watch, apalagi baut yang suka drama romance. jadi malam minggu kemaren udah gue rencanain buat nonton film yang berjudul One Day, two thumbs up buat film ini. film yang menceritakan tentang kisah cinta abadi sepasang kekasih selama 20 tahun. kisahnya benar-benar mengharu biru dan berhasil buat geregetan tentang "kebodohan" dexter (jim sturggess) dan emma (anne hathaway) yang lama mengakui kalau mereka sebenernya memang saling suka dan membutuhkan, di masa mereka yang saling mengingkari cintanya. mereka pernah menjalani hubungan dengan orang lain meskipun selalu gagal samapai akhirnya setelah sekian lama mereka baru menyadari akan hal itu. meskipun akhirnya mereka dipersatukan dalam pernikahan tapi mereka enggak happy ever after karena si emma meninggal dengan cukup tragis meninggalkan dexter sendirian. padahal waktu itu dexter lagi dalam masa pulih setelah keterpurukan yang dia alami di hidupnya. dexter berhasil menjalani hidupnya kemudian dengan selalu membawa cinta emma di kehidupannya.


Kamis, 03 Januari 2013

rangga-cinta new version

kemaren di sctv ada parade film layar lebar yang diputer nonstop selama kurang lebih 6 jam. 2 diantara 3 film yang diputer adalah perahu kertas dan malaikat tanta sayap.

jujur gw baru nonton 2 film itu, dan ternyata itu bukan sekedar film remaja bayangan gw selama ini. akting maudy dan adipati berhasil buat gw untuk enggak mindahin saluran tv. anyway, melihat akting mereka berdua entah kenapa jadi mengingatkan gw sama tokoh pasangan rangga dan cinta jaman AADC dulu. alasannya sih mungkin karena  mereka berdua udah bermain sebagai pasangan di beberapa film. tapi enggak menutup kemungkinan mereka bakalan jadi pasangan duet untuk film selanjutnya yang bisa menarik perhatian pecinta film.

meskipun mereka memiliki cara akting yang berbeda, tapi menurut gw pribadi mereka (maudy-adipati) udah kaya punya ciri khasnya masing-masing.

they live in a lie

mereka berteman sejak lama, bermain, tertawa, berbagi cerita khas wanita. bagaikan satu kesatuan yang tidak mungkin untuk dipisahkan. tapi ternyata mereka menyimpan sesuatu di balik itu semua. sebuah kebohongan!

bagaikan aktor teater yang begitu piawai memainkan peran, dengan sangat rapinya mereka hidup dalam pertemanan yang penuh kebohongan. setiap berpisah dari pertemuan, mereka selalu gelisah masing-masing atau sekedar mengumpat tentang apa yang terjadi barusan. lalu untuk apa pertemanan itu sebenarnya? sekedar petanda bahwa kita ada? atau sebenarnya mereka merasa kesepian dan membutuhkan pelampiasan?


Selasa, 01 Januari 2013

ibu dan arkha.jpg

Dikirim melalui BlackBerry® dari 3 – Jaringan GSM-Mu

2013

hari pertama di tahun 2013. diawali dengan awan yang mendung, seperti mendukung setiap mereka yang tengah kelelahan setelah menggelar "pelepasan" sang 2012 untuk melupakan sejenak hari ini. bagai hari mati, suasana pagi begitu sepi tanpa hiruk pikuk kebisingan yang biasanya terjadi. setiap mereka seperti memberikan pengecualian untuk hari pertama di tahun baru untuk melupakan segala sesuatunya setahun belakang. keadaan bising kemarin malam menjadi pertanda kesenangan mereka menyambut tahun baru setelah 2012. saling sibuk walau hanya sekedar mengirim pesan singkat ucapan selamat kepada datangnya tahun yang baru. seolah seperti sudah menjadi keharusan, segala daya upaya dikerahkan untuk melakukan perayaan. terbuai hingga sang fajar akan menampakkan cahayanya. warna-warni dari kembang api yang terhampar di angkasa, keriuhan suara tanda kesenangan mereka. beberapa dari mereka menyebut perayaan tersebut seperti pemberi semangat baru untuk memulai tahun yang baru.
tidakkah kita sadar atau berpura-pura tidak sadar bahwa setelahnya semua akan menjadi biasa kembali. lalu apa yang kemudian membuat mereka begitu bersemangat untuk melakukannya?
hanya pergantian sejumlah deretan angka dari 2012 menjadi 2013, namun tetap dengan deretan angka dan nama bulan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
tidakkah kita lebih memfokuskan ke hal yang lebih penting?
bukan sekedar perayaan, bukan sekedar membuat resolusi yang mungkin kita sendiri pun hanya akan menguapkannya begitu saja tanpa kelanjutan.

2013.

Harapan Sang Ibu

Kala itu terdengar suara telpon berdering, terdengar teriakkan dari seberang ketika diangkat. "Bu, aku mau liburan kesana, mungkin senin nanti aku berangkat." singkat cerita sang ibu begitu bahagia mendengarnya. Dan sejak saat itu setiap pagi beliau selalu berdiri di depan pintu dengan tatapan kosong menunggu kehadirannya. Diawal menunggunya masih ia menampakkan kegembiraan akan perjumpaan yang akan terjadi. Hingga tiba di hari yang dinanti, dia yang berjanji tak kunjung datang. Sang ibu berinisiatif untuk menanyakannya, "halo." "halo iya bu, kenapa nelpon?" "kamu lagi dimana? ga jadi kesininya?" "iya bu, ini aku belum bisa kesana. nanti aku kabarin lagi ya kalo udah pasti berangkat." akhir dari percakapan yang mengecewakan. meski ia tak secara langsung menampakkannya, terlihat jelas dari guratan di wajahnya. hal yang sama selalu ia lakukan di setiap paginya. "lagi ngeliatin apa bu?" tanya seorang anak yang lainnya. "ga lagi ngeliatin apa-apa." jawabnya dengan canda.

mengapa kita harus membuat ibu menunggu akan terwujudnya janji kita kepadanya?
mengapa kita membuatnya menunggu setiap detik untuk melihat kita?
bukankah harusnya kita yang selalu siap sedia untuk ibu?
Ibu, maafkanlah kami anak-anakmu ini...