Selasa, 01 Januari 2013

Harapan Sang Ibu

Kala itu terdengar suara telpon berdering, terdengar teriakkan dari seberang ketika diangkat. "Bu, aku mau liburan kesana, mungkin senin nanti aku berangkat." singkat cerita sang ibu begitu bahagia mendengarnya. Dan sejak saat itu setiap pagi beliau selalu berdiri di depan pintu dengan tatapan kosong menunggu kehadirannya. Diawal menunggunya masih ia menampakkan kegembiraan akan perjumpaan yang akan terjadi. Hingga tiba di hari yang dinanti, dia yang berjanji tak kunjung datang. Sang ibu berinisiatif untuk menanyakannya, "halo." "halo iya bu, kenapa nelpon?" "kamu lagi dimana? ga jadi kesininya?" "iya bu, ini aku belum bisa kesana. nanti aku kabarin lagi ya kalo udah pasti berangkat." akhir dari percakapan yang mengecewakan. meski ia tak secara langsung menampakkannya, terlihat jelas dari guratan di wajahnya. hal yang sama selalu ia lakukan di setiap paginya. "lagi ngeliatin apa bu?" tanya seorang anak yang lainnya. "ga lagi ngeliatin apa-apa." jawabnya dengan canda.

mengapa kita harus membuat ibu menunggu akan terwujudnya janji kita kepadanya?
mengapa kita membuatnya menunggu setiap detik untuk melihat kita?
bukankah harusnya kita yang selalu siap sedia untuk ibu?
Ibu, maafkanlah kami anak-anakmu ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar