Rabu, 20 Februari 2013

Malam Gamang

20 februari 2013, 00.13.
berhadapan dengan layar ini, membuat saya ingin menulis.
meskipun saya belum tahu apa yang ingin saya tulis.

malam atau tepatnya dini hari ini tiba-tiba saya seperti mendapat hantaman keras.
potongan percakapan mereka di telepon membuat saya tersadar akan suatu hal.
hidup ini tidak akan pernah berubah kalau kita hanya berdiam diri ata hanya melakukan usaha sekedarnya.
kata-katanya begitu membekas seperti tamparan buat saya, mengapa saya betah bertahan dengan kondisi seperti ini.
terkadang kita memang tidak menghiraukan dengan apa yang terjadi, malah orang lain yang gelisah melihatnya.
saya menyukai kehidupan seperti ini, tapi lirikan mereka yang membuat saya akhirnya menjadi gerah.
mereka yang akhirnya sibuk menggantikan posisi sebagai diri saya sendiri.
ya, mereka seolah menyerupai menjadi diri saya dan mulai membuat dan mengambil keputusan atas apa yang harus saya lakukan.
mereka pikir mereka tau apa yang terbaik buat saya.
walau sebenarnya mereka belum tentu tahu.
alasannya karena mereka pikir saya kurang lincah dalam bergerak.
terlalu banyak berpikir dan menimbang.
saya tidak berani dalam berkeputusan.
memangnya mereka tau apa tentang diri saya?
yang menjalani hidup ini toh diri saya sendiri.
saya ingin memiliki dan menjalani kehidupan saya sendiri sesuai dengan keinginan saya.
tanpa ada mereka yang ikut masuk bukan untuk membantu malah memporak-porandakan segala seuatunya, setidaknya itu pandangan saya  terhadap mereka.

malam ini berhasil berubah menjadi malam yang gamang dalam hidup saya.
di saat semua keadaan telah berubah, keadaan yang akhirnya membuat saya gamang tentang apa yang harus saya lakukan.
pilihan telah ada, mereka telah menyiapkannya.
tapi apa mungkin benar yang mereka bilang, tentang kelincahan yang kurang ini dalam menjemput masa depan?
entahlah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar