Senin, 15 April 2013

Kotak Kebahagiaan

kemana biasanya kita pergi ketika mencari kebahagiaan?
jauh ke seberang benua, melakukan berbagai hal menyenangkan, melupakan keseharian yang mungkin memang ingin kita hindari?

banyak diantara kita yang bersikeras melakukan berbagai hal untuk menemukan kebahagiaan. tanpa disadari sebenarnya kebahagiaan itu bisa kita ciptakan sendiri. tidak perlu kita berkelana ke berbagai tempat dan hal untuk menemukanannya. cobalah untuk melihat jauh ke dalam diri. dimana sebenarnya letak kebahagiaan itu. setiap manusia memiliki kotak kebahagiannya sendiri. bahkan spongebobpun memiliki kotak imajinasinya sendiri untuk membuatnya bahagia dengan melakukan berbagai imajinasi "gilanya" bersama dengan patrick. "setiap orangkan punya caranya sendiri untuk bahagia, dan setiap orang juga kan tau apa yang harus mereka lakukan."

saya percaya dari setiap apa yang kita lakukan terkait kebahagiaan, pastilah ada suatu hal yang melatarbelakanginya. dan terkadang dari setiap tindakan itu tidak selalu semuanya berakhir dengan kebahagiaan yang seharusnya atau yang kita inginkan. hal yang kita lakukan itu hanya semacam penutup untuk menutupi sisi ketidakbahagiaan yang hanya menutupi sesaat sisi tersebut. 

kembali ke kotak kebahagian, mengapa tidak meluangkan sedikit waktu yang kita punya untuk menemukan kotak kebahagiaan di dalam diri kita masing-masing. tidak dibutuhkan tenaga, waktu, dan materi sebanyak kita berusaha menemukan kebahagiaan diluar, tapi hasilnya bisa jadi melebihi dari apa yang bisa kita bayangkan. kebahagiaan yang tidak ada batasnya. kebahagiaan merupakan hal hakiki yang harus dimiliki manusia, tanpa bahagia, hidup tidak akan seimbang. we all know that, so let's find our happiness box. :)

Selasa, 09 April 2013

for you

masa lalu bisa menjadi begitu menyenangkan di masa kini. hari ini kita bertemu bercengkrama bersama, tertawa satu sama lain. mengingat hal yang dulu pernah terjadi di kehidupan kita. tersipu malu wajah merona mengingatnya. dulu pernah kita memiliki kisah sedih bersama, tapi kini kau dengan tangan terbuka menerimaku dengan hangat. meski awalnya ragu untuk melangkah dan tanpa pengharapan lebih akan dirimu, aku mencoba memberanikan diri. detik itu kau duduk tepat di sebelahku, membalas candaan teman yang lain akan diri kita.

semua telah berubah sekarang. aku tidak lagi bermuram durja mengaharapkanmu. entahlah mungkin seiring waktu berjalan, apa yang dulu aku dambakan akan dirimu kini perlahan telah menghilang. tapi aku senang karena kau telah berubah. tidak lagi kisah sedih yang akan kuingat, melainkan cerita lucu akan tingkah kita sekarang. aku menikmati saat-saat seperti ini bersamamu sekarang.

lagipula alam bawah sadarku perlahan mulai melupakan kejadian-kejadian buruk yang pernah terjadi di masa lalu diantara kita. apa yang terjadi sekarang aku harap akan begini terus sampai kapanpun. bersama berjalan bergembira menikmati hidup kita, meskipun aku tak lagi sama seperti yang dulu. kita tetap bisa berdampingan sebagai teman baik selamanya. sungguh aku menikmati hari ini, terimakasih :)

khusus untuk temanku yang hari ini mengalaminya
*tulisan di atas telah mengalami pengembangan atas keinginan penulis :)*

ternyata saya belum siap...

i used to be so naive, berfikir bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar sesuai keinginan. berfikir bahwa semuanya akan dengan mudah tercapai. sampai terlupakan satu hal yang paling penting, bahwa semua ini ada yang maha menentukan. dulu saya berfikir bisa melakukan segalanya sesuai kehendak hati. this is my life, i live with my own rules. dan mungkin karena pikiran bodoh itu, sampai akhirnya tiba di suatu ketika dimana diri ini  dihadapkan dengan banyak arahan yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. semua terjadi begitu cepat, belum selesai pula apa-apa yang ingin saya lakukan dan mengaburkan semua hal yang telah tersusun rapih sebelumnya. bahkan waktu untuk sekedar menghela nafaspun tidak bisa. diri ini dibuat menjadi gamang.

saya tidak menyukai moment itu, hidup seakan sedang dipermainkan. saya diharuskan bertarung dengan diri sendiri untuk mempertahankan apa yang menjadi keinginan. anehnya lagi, hal tersebut seperti menyihir diri ini untuk menyerah dan mengaku kalah. hemm andaikan hidup begitu mudah untuk dijalani tanpa harus dihadapkan dengan berbagai pilihan. pengharapan yang begitu besar bisa lenyap begitu saja. dan ketika asa itu telah hilang, kini saya harus berdiri lagi, dengan rencana baru memulai dari awal tetap dengan menyusun apa yang menjadi keinginan, tapi kini tampaknya hidup haruslah lebih realistis. tidak semua yang saya inginkan bisa menjadi kenyataan. hidup memang harus diperjuangkan, tapi tidak bisa dengan cara memaksa. bagaikan air yang mengalir, semuanya pasti akan memiliki perhentian yang tepat nantinya di hilir.