Selasa, 09 April 2013

ternyata saya belum siap...

i used to be so naive, berfikir bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar sesuai keinginan. berfikir bahwa semuanya akan dengan mudah tercapai. sampai terlupakan satu hal yang paling penting, bahwa semua ini ada yang maha menentukan. dulu saya berfikir bisa melakukan segalanya sesuai kehendak hati. this is my life, i live with my own rules. dan mungkin karena pikiran bodoh itu, sampai akhirnya tiba di suatu ketika dimana diri ini  dihadapkan dengan banyak arahan yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. semua terjadi begitu cepat, belum selesai pula apa-apa yang ingin saya lakukan dan mengaburkan semua hal yang telah tersusun rapih sebelumnya. bahkan waktu untuk sekedar menghela nafaspun tidak bisa. diri ini dibuat menjadi gamang.

saya tidak menyukai moment itu, hidup seakan sedang dipermainkan. saya diharuskan bertarung dengan diri sendiri untuk mempertahankan apa yang menjadi keinginan. anehnya lagi, hal tersebut seperti menyihir diri ini untuk menyerah dan mengaku kalah. hemm andaikan hidup begitu mudah untuk dijalani tanpa harus dihadapkan dengan berbagai pilihan. pengharapan yang begitu besar bisa lenyap begitu saja. dan ketika asa itu telah hilang, kini saya harus berdiri lagi, dengan rencana baru memulai dari awal tetap dengan menyusun apa yang menjadi keinginan, tapi kini tampaknya hidup haruslah lebih realistis. tidak semua yang saya inginkan bisa menjadi kenyataan. hidup memang harus diperjuangkan, tapi tidak bisa dengan cara memaksa. bagaikan air yang mengalir, semuanya pasti akan memiliki perhentian yang tepat nantinya di hilir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar