Jumat, 24 Mei 2013

Sepenggal Tulisan : Judge Me

Sepenggal Tulisan : Judge Me: hak setiap orang untuk memberi opini akan suatu hal, sampai menilai kehidupan seorangpun bisa menjadi sah-sah saja untuk dilakukan. tapi ap...

Judge Me

hak setiap orang untuk memberi opini akan suatu hal, sampai menilai kehidupan seorangpun bisa menjadi sah-sah saja untuk dilakukan. tapi apa kemudian yang diinginkan dari menilai kehidupan orang lain? pandangan nyinyir mereka terhadap kehidupan seseorang bisa jadi berujung masalah bagi mereka sendiri. tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang ingin kehidupannya menjadi buruk dan menjadi bahan segar untuk "dinilai". kita bukan hidup dalam sebuah talent show yang membutuhkan arahan dari seorang mentor yang memang dibutuhkan penilaian untuk penampilan yang terbaik. kita hidup di kehidupan nyata nan menyalak. ya kita memang saling membutuhkan untuk bertahan hidup, tapi bukan berarti kemudian kita bisa mengambil alih kendali akan kehidupan orang lain. 

sudahkan diri ini kita nilai sendiri? sudah layakkah kita untuk menjadi hakim bagi kehidupan orang  lain? terkadang hal ini kita lupakan, dan menjadi suatu kenikmatan tersendiri ketika kita membahas yang lain. manusia tempatnya lalai, ya tidak ada manusia sempurna. tapi apakah kita akan hidup untuk ketidak semprnaan? menilai seseorang tidaklah menjadikan kita manusia paling hebat di dunia ini saya rasa. mungkin tanpa disadari ketika kita mencoba untuk menjadi hakim akan kehidupan seseorang, untuk yang sebenarnya itulah yang tengah terjadi di kehidupan kita tanpa kita sadari. 

apa yang terjadi di kehidupan ini sudah menjadi urusan masing-masing, dan mempunyai batasannya untuk dimasuki oleh orang lain, ya terdapat batasan untuk kita mencampuri atau bahkan sampai menghakiminya. bisa saja kita sekedar untuk memberi saran jika dibutuhkan, namun bukan omongan yang menyudutkan orang lain. tentu kita juga tidak akan menyukai ketika seseorang terlalu dalam mencampuri urusan kita. kita bisa nyaman dengan kehidupan  ini, senyaman berjalan di atas pasir lembut pinggir pantai sembari menikmati hembusan angin. tapi itu semua bisa berubah ketika mereka dengan mata menyalak mulai menyoroti kehidupan kita. memasuki ranah pribadi kita. mungkin akan lebih menyenangkan ketika hidup ini kita jalani berjalan beriringan untuk mencapai tujuan kita masing-masing dengan cara  kita masing-masing pula.


Senin, 20 Mei 2013

Tersirat bukan Tersurat

ada awal kemudian ada akhir. kita terlahir kemudian kita meninggal. tapi bukan hanya sekedar datang dan pergi tanpa sesuatu yang bisa kita pelajari. apalagi di kehidupan ini, terlalu banyak hal yang sayang untuk dilewati begitu saja. menjalani hidup bukan hanya sekedar rutinitas harian yang dilakukan setiap harinya. bahkan ketika kita hanya berdiampun harusnya ada suatu hal yang bisa kita pelajari.

memahami seseorangpun bisa menjadi pelajaran berharga di kehidupan. terkadang apa yang tersurat tidak lebih baik untuk mengartikan keadaan dari yang tersirat. tidak perlu menunggu seseorang untuk berkata "ya,saya membutuhkannya." namun perlahan kita bisa mulai membaca situasi dan mencoba untuk masuk ke dalamnya, mencoba untuk mengerti apa yang orang lain butuhkan.

mengerti seseorang itu lebih sulit daripada mengerti diri sendiri. manusia memiliki isi hati dan pikirannya masing-masing. tidak perlu juga kita melulu memaksakan tapi mencoba merupakan usaha yang juga harus direalisasikan. dengan mengerti tanpa harus diberitahu, hidup akan lebih indah. kita bisa dengan sendirinya mengambil pelajaran dari hal tersebut. bayangkan ketika keadaan terbalik dan kita ada di posisi yang membutuhkan tapi keluh lidah ini untuk berbicara. pada saat itulah kehadiran seseorang yang peka terhadap sekitar akan sangat kita sukuri.

perjalan hidup akan terus berjalan yang diisi dengan berbagai masalah kehidupan. buka mata, pasang telinga, siapkan diri untuk melihat sekitar. menjadi pribadi yang peka bukanlah suatu yang merugikan, jangan bicara imbalan untuk itu. lebih menyenangkan hidup ini dengan berisikan manusia yang peka dan akan kita rasakan balasannya nanti. balasan indah dari yang menciptakan kita....

Senin, 06 Mei 2013

Peristiwa Hidup

bisakah kau menebak apa yang sedang terfikir olehku?
aku duduk terdiam di sini, sedang memikirkan sesuatu...
mungkin kau memiliki sedikit ketertarikan untuk mengetahuinya?
hemm...

hari ini ada suatu kejadian yang terjadi di hidupku, aku berada di situasi dimana diriku hanya bisa terdiam melihat mereka  yang berdiri berkerumun di depanku. mereka berbicara sesuatu yang tidak aku mengerti, telah lama aku tidak bersama dengan orang-orang ini dan berada di sana. aku masih duduk terdiam sampai salah satu dari mereka datang menghampiriku, mencoba mengajakku untuk berbaur dengan mereka. dengan ketipastian untuk ikut bergabung, aku berusaha untuk sedikit demi sedikit menelaah apa yang menjadi topik pembicaraan mereka. cukup sulit untukku, telah banyak hal yang berubah. aku sampai tidak tau harus berbuat apa.....


[mungkin ada orang yang mengalami hal demikian di dalam hidup mereka, paling tidak sekali dalam hidupnya. terkungkung dalam sebuah situasi yang dirasa aneh dan bisa membuat perasaan menjadi tidak nyaman.
lalu apa yang kemudian akan dilakukan jika kalian berada di situasi tersebut?
tetap berusaha memaksakan diri untuk menyatu, meskipun sebenarnya tidak ingin?
atau langsung pergi meninggalkannya?]


aku sempat "terasingkan" untuk beberapa waktu dari mereka, entah berapa banyak hal yang telah berubah semenjak terakhir kami bertemu. benar-benar aku merasa seperti orang baru yang mencoba untuk beradaptasi dengan mereka orang-orang baru. orang-orang yang dulu berhubungan cukup baik denganku, kini aku seperti kurang mengenal mereka...
sejenak aku berfikir apa selama ini aku telah dengan baik mengenal mereka?
atau memang aku belum terlalu mengenal mereka?
sehingga apa yang mereka lakukan sekarang membuat aku bingung...
ada banyak hal yang telah berubah, setidaknya itu yang terfikir olehku...
dengan orang-orang baru itu aku merasa mereka seperti telah diambil dariku...


[sebenarnya milik siapakah kita ini?
mengapa harus ada perasaan tidak senang ketika orang lain memiliki orang lain di kehidupan mereka? diri ini hanyalah sebuah fisik yang akan berubah dari masa ke masa, tidak akan kekal dan semua yang hidup di dalamnya. saya, anda, dan semuanya akan pergi mencari yang lainnya untuk memberikan "kepuasan" yang kita mau. hanyalah berupa perhentian sementara, dan tidak berhak diri ini untuk meminta hal lebih lainnya...]

Sabtu, 04 Mei 2013

apalah kalian ingin menyebutnya...

setiap saya menginginkan sesuatu dengan teramat sangat, saya akan berusaha semampu saya untuk mendapatkannya. fikiran ini hanya tertuju pada satu hal tersebut saja, sampai terlupakan hal lain yang ada di sekelilingnya. saya bisa menjadi seseorang yang berangan tinggi dengan imajinasi yang luar biasa indahnya kala itu. tapi selalu, entahlah hasilnya justru akan sebaliknya. apa yang saya inginkan menjadi kenyataan akan menguap begitu saja di  tengah perjalan tanpa akhir yang membahagiakan. dan  ini bisa membuat saya jatuh ke level terbawah, merenungi diri seolah dunia terhenti begitu saja. ini buruk, suatu hal yang ingin sekali saya buang jauh-jauh.

kemudian saya sadar bahwa saya terlalu bodoh karena bersikap demikian. dunia tidak akan perduli dengan apa yang terjadi pada diri saya. siapa saya? saya mulai berfikir untuk menjalani hal di kehidupan dengan santai, mengalir sepeti air yang tenang. dan benar saja, ternyata banyak hal lainnya, yang sempat terlupakan kemudian mucul sebagai penawar atas apa yang pernah terjadi. mungkin ada benarnya kalimat ini "life is not about making a plan, just let it be and you'll find many surprises." terkadang apa yang saya inginkan, idamkan, saya rencanakan dengan mendetail di kehidupan ini justru menguap begitu saja tanpa menjadi kenyataan. dan sebagai penggatinya, ada hal indah lainnya yang akan muncul menggantikannya.

bukan berarti kita tidak berencana atas hidup ini, rencana itu perlu ada setidaknya bisa kita jadikan semangat untuk menjalani hidup agar tidak  hampa. tapi mungkin bukan sebuah rencana seakan kitalah yang menentukan akhirnya, hanya sebagai pemanis di kehidupan agar lebih berwarna. rencana sebenarnya akan kehidupan ini telah ada yang mengaturnya sedemikian rupa indahnya, dan yang perlu saya lakukan hanyalah mengambil peranan untuk turut serta memberi warna dalam perjalanannya.

once again, life is not about making a plan, just let it be and you'll find many surprises... :)