Jumat, 26 Juli 2013

manusia

ketika manusia telah memasuki fase baru di kehidupannya, banyak hal baru yang akan mengikutinya yang berarti perlahan ia akan pula melupakan atau bahkan meninggalkan hal-hal dari fase sebelumnya. banyak yang tidak menyadari dan mengabaikannya begitu saja. yang dilakukan pada saat itu manusia mulai mencoba untuk menyesuaikan diri dan menerima fase tersebut. seharusnya fase baru dalam kehidupan bisa memberikan pelajaran dan menjadikan manusia setingkat lebih baik dari fase sebelumnya, tapi haruskah dengan meninggalkan sesuatu di belakang?

fase  baru, segala sesuatunyapun akan mengikuti untuk dilakukan dari awal lagi. tersibukkan dengan berbagai hal dan mungkin itu yang menjadi penyebab banyak hal yang terlupakan di belakang. bukan satu hal yang menyenangkan jika fase ini hanya membuat manusia menjadi sesosok monster aneh di lingkungannya. bertindak selayaknya manusia hebat dan memandang sebelah mata segala sesuatunya. terkadang mungkin hal itu dilakukan hanya untuk sebagai tameng akan kegelisahan di dalam diri. tidak semua manusia bisa menerima fase baru itu, namun mereka juga tidak ingin terlihat lemah dengan menyerah terhadap keadaan.

dan di saat itu, mereka akan sibuk dengan segala bentuk keluhan terhadap hidup mereka. keluhan yang mereka buat hanya untuk menghibur diri, berusaha terlihat seperti mereka yang paling mengerti dengan kehidupan. bahwa mereka tidak punya pilihan untuk mengelakkannya. benarkah? bukankah selalu ada pilihan untuk hidup ini? bagaimana dengan kalimat "hidup ini adalah pilihan."? begitu juga fase di kehidupan, suatu hal yang pasti akan dilewati, namun selalu ada pilihan bagaimana kita melangkah untuk mencapainya. langkah yang nantinya tidak menjadikan kita bukan diri kita.

manusia terkadang lupa, hidup bukan hanya untuk dikeluhkan tapi dijalani. hadapilah bahwa sekarang kita telah sampai pada fase baru di kehidupan. jangan jadikan itu sebagai alasan untuk mengubah diri menjadi sesuatu yang buruk, bersikap acuh apalagi meninggalkan. 

Minggu, 21 Juli 2013

Hujan

Musim ini kembali datang, memberikan udara dingin sepanjang hari bahkan bisa sepanjang musim. Mentari sedang tak berada di puncak kejayaan, tertutup oleh awan gelap pembawa hujan.  Banyak yang menikmati musim ini, kedatangannya bersamaan dengan suasana libur terasa begitu cocok untuk berdampingan. Menikmati penghujung tahun dengan penuh kegembiraan.

Senang rasanya ketika hujan turun, tanah gersang menjadi basah. Semerbak aroma rerumputan yang basah karena hujan selalu memberi efek menenangkan. Pamormu hujan takkan lekang dimakan waktu, selalu dinanti oleh setiap insan. Selalu dinanti untuk sekedar membasahi jiwa-jiwa yang kering, juga dinanti untuk membantu menguraikan pikiran yang kusut. Hanya dengan duduk manis menatap hujan turun. Ketika hujan turun pula selalu ada kisah dibaliknya, baik itu kisah sedih maupun kisah menyenangkan. Aku lebih menyukai adanya kisah senang di dalamnya, kalian?

Suatu ketika di saat senja, langit berwarna jingga berhiaskan pelangi di atasnya. Sesaat sebelumnya sempat turun hujan yang cukup deras, meskipun hujan datang bersama petir yang saling saut menyaut menyambar, hujan tetaplah menenangkan bagiku. Ketika hujan turun, aku bisa berlama lama untuk sekedar berdiam diri di kamar dan berfikir, berfikir akan banyak hal. Sekedar merekap kejadian-kejadian yang pernah terjadi. Ada satu kejadian ketika hujan turun yang membuatku merasa senang. Kejadian konyol yang akan menjadi bagian dari memori diingatan ini.

Hujan selalu membawa cerita di kehidupan manusia, hujan bagaikan teman lain bagi manusia. Hujan menemani setiap kisah dan memberikan kisah bagi yang ditemani. Aku menikmati hujan seperti aku menikmati hidup ini. Setiap tetesan air hujan memberikan keceriaan dan keceriaan itu menghasilkan kebahagiaan bagiku. Terimakasih Tuhan :)

Kamis, 04 Juli 2013

Bermain dengan Fikiran

hujan semalam menyisakan tetesan embun di atas dedaunan hijau, udara dingin yang menusuk tulang, dan keheningan sekitar di pagi menjelang siang hari ini. belum terlihat aktifitas mereka seperti hari-hari sebelumnya, mungkin banyak dari mereka yang masih berlindung di dalam selimut berusaha mendamaikan diri dengan keadaan hari ini. diri ini mematung memandangi sekitar, menikmati ketenangan yang berharap tak segera berakhir. menikmati detik-detik yang mungkin untuk waktu ke depan akan sulit ditemukan.

kali ini, aku masih berfikir tentang apa yang mereka namakan keinginan hidup. karena sampai detik ini aku masih tersesat dalam fikiranku. entah apa yang aku fikirkan, hanya menyenangkan memilikinya. meski aku tahu ini bukanlah suatu bentuk kehidupan yang akan kujalan di sisa hidupku. berkali-kali aku berusaha untuk keluar dari area ini, tapi seperti ada yang menahanku untuk melangkah. bahkan sekelilingkupun seperti mengiyakan tindakanku ini. bukan bermaksud untuk selalu menatap ke belakang, kenangan-kenangan itulah yang selalu menemaniku, dan aku hanyut di dalamnya. sesaat aku berfikir aku lelah dan ingin keluar.

aku hanya ingin memiliki sesuatu yang baru, bukan pula bosan dengan yang telah ada hanya saja manusia selalu ingin memiliki sesuatu yang baru di dalam hidupnya, bukan begitu? namun ketika diri ini memikirkannya dengan sangat, aku malah tidak menemukan jalan untuk medapatkannya. selalu membutuhkan sebuah pengalihan untukku agar berhenti memikirkannya, dan suatu ketika dengan sendirinya dia akan datang di saat ketika diri ini perlahan mulai melupakannya. bagaimana dengan kalian?

selalu menyenagkan bermain dengan fikiran, meski sebenarnya diri ini tahu jawabannya. sampai terkadang mungkin akulah yang berusaha mempermainkan diri sendiri dan menjauhkannya dari hasil yang mungkin seharusnya didapat. terdengar menyedihkan memang. 

suasana pagi ini benar-benar membuat berfikir, kembali bermain bersamanya. fikiran ini seakan tidak rela ditinggalkan walau hanya sejenak. atau mungkin akulah yang tidak merelakan kehilangannya? dan selalu merelakan diri hanyut ke dalam dan semakin dalam mengubur diri hingga susah bagiku untuk melarikan diri dari genggamannya...