Kamis, 04 Juli 2013

Bermain dengan Fikiran

hujan semalam menyisakan tetesan embun di atas dedaunan hijau, udara dingin yang menusuk tulang, dan keheningan sekitar di pagi menjelang siang hari ini. belum terlihat aktifitas mereka seperti hari-hari sebelumnya, mungkin banyak dari mereka yang masih berlindung di dalam selimut berusaha mendamaikan diri dengan keadaan hari ini. diri ini mematung memandangi sekitar, menikmati ketenangan yang berharap tak segera berakhir. menikmati detik-detik yang mungkin untuk waktu ke depan akan sulit ditemukan.

kali ini, aku masih berfikir tentang apa yang mereka namakan keinginan hidup. karena sampai detik ini aku masih tersesat dalam fikiranku. entah apa yang aku fikirkan, hanya menyenangkan memilikinya. meski aku tahu ini bukanlah suatu bentuk kehidupan yang akan kujalan di sisa hidupku. berkali-kali aku berusaha untuk keluar dari area ini, tapi seperti ada yang menahanku untuk melangkah. bahkan sekelilingkupun seperti mengiyakan tindakanku ini. bukan bermaksud untuk selalu menatap ke belakang, kenangan-kenangan itulah yang selalu menemaniku, dan aku hanyut di dalamnya. sesaat aku berfikir aku lelah dan ingin keluar.

aku hanya ingin memiliki sesuatu yang baru, bukan pula bosan dengan yang telah ada hanya saja manusia selalu ingin memiliki sesuatu yang baru di dalam hidupnya, bukan begitu? namun ketika diri ini memikirkannya dengan sangat, aku malah tidak menemukan jalan untuk medapatkannya. selalu membutuhkan sebuah pengalihan untukku agar berhenti memikirkannya, dan suatu ketika dengan sendirinya dia akan datang di saat ketika diri ini perlahan mulai melupakannya. bagaimana dengan kalian?

selalu menyenagkan bermain dengan fikiran, meski sebenarnya diri ini tahu jawabannya. sampai terkadang mungkin akulah yang berusaha mempermainkan diri sendiri dan menjauhkannya dari hasil yang mungkin seharusnya didapat. terdengar menyedihkan memang. 

suasana pagi ini benar-benar membuat berfikir, kembali bermain bersamanya. fikiran ini seakan tidak rela ditinggalkan walau hanya sejenak. atau mungkin akulah yang tidak merelakan kehilangannya? dan selalu merelakan diri hanyut ke dalam dan semakin dalam mengubur diri hingga susah bagiku untuk melarikan diri dari genggamannya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar