Senin, 30 Desember 2013

Kisah Dimas

Cerita ini mungkin banyak yang mengalaminya, atau mungkin secara umum memang seperti itu jalur cerita kehidupan manusia. Simaklah dan tentukan penilaian kalian...

Dimas terlahir di keluarga sederhana, anak tertua dari 5 bersaudara membentuknya menjadi anak mandiri. Ia selalu berusaha untuk memberikan contoh yang baik bagi adik-adiknya. Semasa kecil kehidupan mereka berjalan selayaknya kehidupan pada umumnya, tak pernah ada yang menduga bahwa ketika Ia dewasa segalanya berubah.

Tuhan memang mengetahui segala sesuatu yang terbaik bagi umatnya. Ia menciptakan manusia dengan begitu adilnya antara satu dengan dengan yang lain. Semua memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing tanpa terkotak-kotakkan. Bahkan kisah kakak beradikpun memiliki ceritanya masing-masing dan tidak ada yang sama. Semua akan saling melengkapi sehingga tujuan dari perbedaan itu bukan untuk perpecahan tapi untuk persatuan. 

Kehidupan Dimas di masa kecil terasa begitu indah dengan kesederhanaan dari keluarganya. Tidak ada hal berarti diantara Ia dan adik-adiknya yang menjadi pertanda tentang akan menjadi apa merek kelak. Mungkin jika bisa kita memilih untuk takdir kita, pastilah tidak ada yang kesusahan. Begitupun dengan Dimas yang akan memilih takdir terbaik untuknya. Suatu ketika di kehidupannya Dimas dihadapkan dengan pilihan antara Ia memilih untuk memegang teguh egonya atau merelakannya dengan lapang dada. Ia tau benar dampak apa yang akan Ia hadapi atas segala keputusan yang diambilnya. Akhirnya Dimas memilih untuk merelakannya, dan membiarkan adik-adiknya yang merasakan lebih.

Satu langkah mundur yang Ia ambil mungkin bisa menghasilkan tiga langkah kedepan nantinya. Hingga semua tidak berubah setidaknya itu yang Ia rasakan. Tiga langkah kedepan itu terasa semakin susah untuk digapai, sementara yang Ia rasakan hanyalah semakin banyaknya langkah mundur yang harus dialami. Kehidupan tentu terus berjalan, Dimas kini mempunyai kehidupan baru yang perlu diurusnya. Bukan hal mudah untuk dijalani, tapi Ia berusaha sekuat yang Ia bisa untuk membawa kebaikan bukan keburukan bagi keluarga kecilnya. Hingga hal itu berbuah manis, hal-hal yang Ia tanamkan di keluarga kecilnya bisa membawa Ia merasakan hal yang dulu susah untuk dirasakan melalui anaknya. Kehidupan indah itupun bukanlah impian lagi untuknya sekarang.

Tuhan tau dengan pasti kehidupan umatnya karena Tuhanlah yang menciptakan dan membuat cerita di dalamnya. Mungkin bukan sekarang keindahan itu kita rasakan tapi percayalah suatu saat keindahan itu akan kita rasakan, karena Tuhan telah meciptakan banyak cerita indah di kehidupan setiap umatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar