Selasa, 07 Januari 2014

"Siapa yang perduli?"

Dalam suatu percakapan, seseorang pernah berkata kepada saya
"Sekarang ini percuma berbuat perduli sama orang lain, karena orang yang kita perduliin belum tentu akan melakukan hal yang sama ke kita"
Sesinis itukah orang-orang sekarang ini?
Bagaimana dengan fakta bahwa manusia itu makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri? 
Atau Anggaplah jika memang begitu adanya bahwa manusia sekarang ini semakin acuh satu sama lain. Lalu haruskah kita terbawa dengan mengikutinya?
Menjadi follower seperti yang banyak orang lakukan di dunia twitter?
Selalu ada sisi lain di kehidupan ini, pernahkah terbersit untuk tidak melakukan yang telah banyak orang lain lakukan?

Mungkin banyak dari kita yang beranggapan bahwa perduli terhadap orang lain hanyalah bentuk kepura-puraan semata. Semacam pencitraan yang dilakukan untuk menarik simpati orang lain. Terlepas dari niat setiap individu dalam melakukannya, menurut saya itu lebih daripada acuh sama sekali. Karena ketika bersikap perduli berarti masih ada di dalam diri individu itu makna sebagai makhluk yang bernyawa dan berakal. Bukan mereka yang acuh dan tenggelam dalam dunianya sendiri. Maaf tapi itu pandangan saya.

Mereka yang perduli biasanya melakukan hal tersebut karena mereka memiliki keyakinan bahwa hidup ini akan lebih bermakna dengan adanya kebaikan yang dilakukan. Kebaikan melalui keperdulian terhadap orang lain. Hal kecil yang bisa membuat hidup lebih bahagia. Seperti memikirkan kebutuhan orang lain di tempat umum. Saya yakin masih ada di dunia yang semakin gila ini, individu-individu yang percaya bahwa hidup akan lebih bahagia dan bermakna ketika kita telah melakukan satu saja hal kecil untuk orang lain.

Atau pernahkan anda berandai-andai saja, memposisikan diri sebagai orang yang diabaikan padahal anda sedang membutuhkan tolerir dari orang lain. Pasti tidak akan menyenangkan saya rasa, karena saya pun tidak akan menyukainya. 

Bagaimana, masihkah kita akan bersikap acuh terhadap sesama?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar