Senin, 24 Februari 2014

Isi Hati

Bukan bermaksud untuk menjadi pembangkang, saya dengan cara ini bermaksud untuk mengerti dan memahami semua ini. Kemana selanjutnya saya berlabuh, dikeadaan seperti apa nantinya saya bisa bertahan. Saya percaya setiap laku dalam hidup ini telah diatur karena saya memiliki pencipta akan diri ini, bahkan untuk saat ini saya menulis semua terjadi karenaNya.

Saya tidak bosan dan juga tidak sedang mencari pengalihan akan hidup ini, namun terkadang saya bertanya "sampai kapan? " atau "belum percayakah Engkau kepadaku?"

Setiap udara yang saya hirup dan nafas yang dihembuskan, saya bersyukur atas itu. Tapi sungguh masihkah ada kesempatan itu? Banyak yang berkata sabar itu ada batasnya, manusia bukanlah sesosok yang sempurna tanpa memiliki hasrat. Masih saya cerna semua itu, 

Ketika apa yang menjadi keinginan tak kunjung terwujudkan kepada Dialah saya bergantung, memohon dengan segala daya upaya. Tapi terkadang cara tersebut pun belum berhasil, atau mungkin diri ini terlalu sombong dengan sedikit hal yang telah dilakukan untuk mewujudkan keinginan. Hidup ini terkadang bagi saya membingungkan, ya membingungkan ketika saya berfikir sendiri tanpa melibatkan Dia. Karena terkadang diri ini lupa saya hanya perlu menjalaninya dengan baik.

Entahlah semua masih abu-abu bagi saya, mungkin semua terasa lambat tapi justru di waktu panjang yang ada itu saya menemukan banyak hal lain untuk saya syukuri. Selalu ada dua sisi di kehidupan ini, positif dan negatif dan saya memilih positif. Diri ini diciptakan bukan untuk dirusak dengan mengabaikannya, dan saya tidak berencana untuk melakukannya dengan memenuhi diri akan hal-hal negatif.

Hukum sebab akibat, dan semua yang terjadi di kehidupan ini adalah formulatif. Apa yang terjadi sekarang adalah seperti apa kita di masa lalu. Tentunya dengan Dia sebagai pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar