Rabu, 18 Juni 2014

"unfinished business"

Bukan suatu hal yang pernah terbayangkan sebelumnya untuk terjadi di kehidupan. Saya harus berada di suatu waktu dimana saya harus bisa sendiri melewatinya. Berat saya rasa, kejadian besar pertama kalinya terjadi dan mau tidak mau saya harus mau. 

Saya menangis ketika itu, terlalu berat yang dirasa untuk saya sendiri berjuang melewatinya. Jarak yang jauh nyata terbentang ketika mereka tidak di sini untuk membantu. Semakin berat ketika apa yang telah dilakukan malah mendapat caci meski itu adalah usaha terbaik yang saya lakukan.

Mental belum terbentuk sempurna, saya jatuh ketika berusaha bertahan. Tameng yang ada tidak setegar itu untuk bertahan. Saya sendiri dengan masalah besar pertama kalinya menghampiri kehidupan saya. Tanpa arahan saya sendiri memberanikan diri untuk melewatinya. 

Bukan lagi sekedar beban fisik, hantaman itu menghujam pertahan batin. Seseorang membantu saya mencerna semua ini, yang akhirnya membuat saya tersadarkan. Tuhan dengan caraNya membentuk pribadi ini menjadi sadar, mungkin Tuhan ingin diri ini belajar lebih banyak tentang kehidupan. Mempersiapkan mental agar lebih kuat, mengajari diri tentang tugas seorang manusia, bagaimana harusnya bentuk tanggung jawab itu dilakukan.

Panjang memang jalan yang ditempuh, sungguh hati ini sempat lelah dan berfikir untuk menyerah. Jalannya memang mungkin harus berakhir di bagian ini, tapi kejadian besar ini kemudian menyadarkan bahwa masih ada urusan yang belum terselesaikan dan menunggu untuk di selesaikan sebelum menuju urusan yang lainnya.