Kamis, 06 November 2014

Kamu

Aku sedang tidak bersedih malam ini, tidak juga sedang direndung kelu, hanya ingin mengurai pikiran sesaat tentang semua ini.

Dulu semua terasa tanpa arti, lama untukku mengurainya, menemukan arti kamu yang sempat singgah walau hanya sesaat. Kehadiran yang dengan begitu saja aku lewatkan tanpa aku sadari. Kini semua mulai terasa, aku berfikir tentang bagaimana dulu yang pernah ada namun dengan begitu saja terabaikan oleh ku. Sedikit sesal tentang apa yang sudah terjadi, sesaat aku berharap mesin waktu benar adanya. Namun aku tidak ingin terjebak di keinginan sesaat akan dirimu.

Kita masih disini, dibawah langit yang sama sedang bercerita dengan malam tentang hari-hari yang telah kita lalui. Semua memang terasa jauh sekarang, begitu jauh sampai mungkin susah bagiku untuk menggapaimu. Hanya lewat sepenggal lirik itu yang membawaku kembali ke cerita lampau tentang kisah pilu diantara kita. Apa kabarmu? Adakah tanyamu tentangku malam ini? Lucu bagiku ketika mengingat yang telah lalu...

Andai Tuhan mendengar pintaku, semua ini ingin aku utarakan padamu meski hanya dalam pertemuan singkat. Isi hati tentang hal yang seharusnya aku utarakan saat itu, tentang terlambatnya hati ini menemukan jalannya menujumu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar