Kamis, 31 Desember 2015

Sesuatu yang terlambat...

Ada sebuah cerita,
Cerita dimana aku merasa seperti pemeran di dalamnya
Cerita dimana seperti kisah lalu yang kembali mengingatkan tentang kita yang belum bersatu.

Pernah aku menuangkan kisah ini dan aku belum bosan untuk sekali lagi bercerita, 

Aku kesal ketika mengingatnya,
Kesal terhadap diri sendiri seketika merasa bodoh sekaligus lucu.
Ketika aku meremehkan tentang rasa, menganggap semua seperti tidak nyata.

Aku teringat ketika telah lama kita terpisah kemudian sempat dipertemukan untuk sekedar bertukar cerita
Ketika semua terungkap dengan sendirinya dan engkau bercerita tentang yang lalu "seandainya sedari dulu semua ini yang terjadi, mungkin kisah kita akan berbeda"

Untukku semua seperti masih menggantung,
Meski kini kau telah jauh namun di hati yang terdalam aku meyakini kau akan kembali kepadaku.

Aku merindukan saat kita masih bisa bercerita, bisa mendengar kabar darimu.
Aku mungkin bisa saja memulai untuk itu tapi aku takut kau akan mengabaikanku.
Aku memang egois, tapi bolehkah aku memintamu?
Meminta hatimu kembali seperti dulu, 
Sekedar Memanggilku meski aku acuh tak perduli,
tetap berjalan menjahili ku sampai aku kesal.


"Tak ku mengerti mengapa begini
Waktu dulu ku tak pernah merindu
Tapi saat semuanya berubah
Kau jauh dariku pergi tinggalkan ku 
Mungkin memang ku cinta
Mungkin memang ku sesali 
Pernah tak hiraukan rasamu dulu
Aku hanya ingkari kata hatiku saja
Tapi mengapa kini cinta datang terlambat"

Rabu, 16 Desember 2015

Empty Space

Aku tau dulu adalah egoku yang membuat semua menjadi jauh
Aku tau dulu aku yang begitu menggebu gebu untuk lepas
Tapi sekarang semua terasa hampa
Terasa hampa karna aku harus berjauhan dengan orang terkasih

Hari hari kini aku lewati dengan penuh penantian
Penantian kapan akan berakhirnya
Seperti baru tersadar bahwa semua mungkin bukan untukku
Aku merasa kehilangan arah
Dan yang lebih mirisnya ada ruang kosong yang aku sendiri tidak tahu harus diisi dengan apa

Aku merindukan di saat pagi aku bangun tanpa harus diburu
Aku rindu di saat pagi ada waktu untukku berbincang dengan yang lain
Aku rindu ketika pagi aku mengantarnya ke depan pintu
Aku rindu ketika siang datang dan aku menunggu layaknya anak kecil
Sungguh aku merindu 

Aku disini tidak sendiri tapi justru aku merasa ada kekosongan
Entah apa dan kenapa, jawabannya masih belum aku temukan

Tuhan, Engkau maha tahu 
Aku duduk bersimpuh kepadaMu mengadah tangan untuk meminta pertolongan.

Jumat, 20 November 2015

Keindahan ciptaan Tuhan

Betapa pagi sangat aku dambakan untuk datang setiap harinya. Semangat pagi senyum menguak untuk memulai hari. Untuk melihat keindahan yang Tuhan ciptakan, itu kamu.

Meski dari kejauhan baru aku dapat menikmatimu, melihat engkau yang terdiam, engkau yang tersenyum, engkau yang barang sedikit melirikkan tatapannya ke arahku.

Betapa setiap pagi jantung ini berdebar penuh tanya akankah kita bertemu, namun diam seribu bahasa ketika engkau hadir. Tersenyum sendiri aku menikmatimu dari sini. Begitu mudah untukku menggambarkan sosokmu, tersimpan rapih di ingatan.

Aku ingin tahu akhir kisah ini, senang atau sedih...banyak tanyaku tentang mu berharap terjawab. Entahlah apa harapku ini benar, tapi aku menikmati setiap detik itu untuk ku menikmatimu berharap waktu berhenti di saat itu. Keindahan pun takkan lekang oleh waktu di saat kita harus terpisah. 

Jumat, 31 Juli 2015

"Juwi Jatuh"

Terbesit di benak Juwi banyak sekali pertanyaan, hari ini bukanlah harinya ia hanya duduk terdiam bertanya dalam hati tentang apa yang sedang ia lakukan. Juwi bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Ia ingin lari dari semua ini tapi kemana? Hidupnya belum terarah tepat menuju sesuatu. "Haruskah aku berteman?" Gumamnya dalam hati. Pernah sekali waktu ia membayangkan hidup orang lain menjadi miliknya, menjalaninya tanpa harus penuh cemas melainkan bahagia dan menikmatinya. Semua tapi hanyalah khayalan Juwi. 

Juwi lemah dan terkulai tanpa upaya, ia beranggapan semua telah tercurah namun belum jua terbayarkan. Meskipun sedikit dari yang ia kerjakan tapi besar pinta Juwi. 

Juwi sendiri, melihat sekitar tapi kosong, kembali ia ke dalam lamunan meneteskan air mata. Ia rindu keramaian yang dulu ada, rindu pelukan orang terkasih yang sekarang jauh. 

Semua yang telah terjadi semata karena kesombongan dan Juwi menyadarinya. Sekali lagi Juwi menyerah tanpa daya dan upaya, tertunduk lemah berserah diri tangan mengadah penuh pinta.

Innalillahi, ia berucap, kembali Astaghfirullah sampai lemah tak bertenaga, suara lirih perlahan tak terdengar. Juwi jatuh dalam sendirinya.

Kamis, 11 Juni 2015

25

Kalau kamu tanya kapan peristiwa terbaik yang pernah terjadi di hidupku?
Jujur aku tidak tahu bagaimana menjawabnya, karena begitu banyak hal yang terjadi dan semua adalah yang terbaik.

Bahkan ketika itu sebuah tangisan dan selalu terabaikan juga merupakan peristiwa terbaik yang pernah terjadi.

Seorang gadis kecil yang kala itu bertumbuh kembang dipenuhi drama kehidupan, mungkin terdengar berlebihan tapi memang seperti itu adanya. Ketika kecil begitu mudahnya terpedaya, begitu saja tunduk akan apa yang orang lain pinta. Sampai terangkai kenangan yang begitu saja sungguh tidak ingin dan tidak pantas untuk di kenang, dengan memohon aku meminta untuk hilangkan semua ingatan itu.

Beranjak remaja, bukan lagi gadis kecil dan mulai belajar sehingga tidak lagi dengan mudahnya untuk terpedaya oleh perintah orang lain. Sedikit membangkang, sempat benci dengan keadaan pada saat itu. Drama dikhianati dan mengkhianati pun sempat tersurat, seorang pembohong amatir bukan ulung.

Menuju dewasa belum menjadi dewasa, menatap cermin seperti melihat hal lain dan bukan diri ini. Bertanya akan kehidupan, benarkah semua itu pernah terjadi?
Sama seperti yang lain, drama kehidupan yang naik turun perlahan membuat diri belajar untuk mengerti arti kehidupan.

Dan ketika angka itu sampai di 25, terdiam...
Sejauh ini semua telah berjalan dengan semua yang ada...
Satu hal yang selalu dan akan terus akan aku usahakan ialah bersyukur.

Lalu kalau kamu bertanya hadiah terbaik apa yang pernah aku terima selama ini, jawabannya adalah...
HIDUPKU.

Terimakasihku untuk Allah SWT, alhamdulilah...

Sabtu, 28 Februari 2015

Pintu

Ketika seruan yang terdengar sudah membuat jengah
Ketika rangkulan bukan jawaban atas sesak
Ketika langkah terhenti di suatu titik
Satu hal yang ingin dituju
Pintu itu tempatku kembali

Waktu berjalan meninggalkan asa
Banyak hal terjadi dan begitu saja berlalu
Kilasan demi kilasan kisah tersurat mengisi lembaran hidup
Begitu banyak peristiwa untuk semua itu
Satu yang aku rindu
Pintu itu tempat aku kembali

Rasa penat akan kehidupan
Rasak sesak di tengah kerumunan riuh
Rasa senang ketika bergembira
Rasa yang bahkan tak tergambar untuk diucap
Satu rasa yang selalu teringat
Pintu itu tempat rasa kekal yang kutahu

Ketika lelah telah memuncak
Ketika rindu tak terelakkan 
Ketika air mata adalah jawaban terakhir
Dan ketika tiada arah untuk melangkah 
Tetaplah terbuka satu pintu
Ketuklah,
Pintu kekal itu, tempat kita semua kembali...