Jumat, 31 Juli 2015

"Juwi Jatuh"

Terbesit di benak Juwi banyak sekali pertanyaan, hari ini bukanlah harinya ia hanya duduk terdiam bertanya dalam hati tentang apa yang sedang ia lakukan. Juwi bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Ia ingin lari dari semua ini tapi kemana? Hidupnya belum terarah tepat menuju sesuatu. "Haruskah aku berteman?" Gumamnya dalam hati. Pernah sekali waktu ia membayangkan hidup orang lain menjadi miliknya, menjalaninya tanpa harus penuh cemas melainkan bahagia dan menikmatinya. Semua tapi hanyalah khayalan Juwi. 

Juwi lemah dan terkulai tanpa upaya, ia beranggapan semua telah tercurah namun belum jua terbayarkan. Meskipun sedikit dari yang ia kerjakan tapi besar pinta Juwi. 

Juwi sendiri, melihat sekitar tapi kosong, kembali ia ke dalam lamunan meneteskan air mata. Ia rindu keramaian yang dulu ada, rindu pelukan orang terkasih yang sekarang jauh. 

Semua yang telah terjadi semata karena kesombongan dan Juwi menyadarinya. Sekali lagi Juwi menyerah tanpa daya dan upaya, tertunduk lemah berserah diri tangan mengadah penuh pinta.

Innalillahi, ia berucap, kembali Astaghfirullah sampai lemah tak bertenaga, suara lirih perlahan tak terdengar. Juwi jatuh dalam sendirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar