Senin, 26 September 2016

Surat Cinta

Betapa dunia luar bisa dengan mudahnya membuka pikiran akan kehidupan.

Untukmu,

Aku baru menyadari akan keinginan yang teramat untuk bisa keluar, bukan aku membenci diam di dalam, hanya untuk pertama kalinya baru aku menyadari bahwa ada kehidupan lain di luar sana. Kehidupan yang membuatmu mempunyai angan hanya dengan melihat birunya langit. Angan indah yang bisa membuatmu merasa lebih hidup.

Dulu pernah aku berada di luar tapi sepertinya aku berada di tempat yang salah, sampai aku memutuskan untuk kembali ke dalam. Hanya karena pernah berada di tempat yang salah, jangankan angan mencoba untuk memikirkannya saja sepertinya tidak pernah.

Sesekali mungkin memang perlu untuk keluar sekedar membuka pikiran agar tidak terkurung pada pemikiran yang itu itu saja, tapi semua jelas ada batasan jangan sampai itu dilewati jika tidak ingin kecewa dibuatnya. Aku menikmati saat-saat dimana udara bisa dengan leluasanya mengambil alih tubuh ini dan kebisingan justru menjadi kawan.

Bukannya aku sedang mengurung diri aku hanya tengah bersiap hingga nanti saatnya tiba kita telah benar-benar siap untuk bersama-sama memiliki angan yang indah.

Senin, 11 Juli 2016

[kosong]

Seperti banyak orang bilang
Kita baru akan benar benar menyadari kehilangan ketika sesuatu itu benar benar hilang.

Kemarin lusa ada sebuah kisah tentang bagaimana seseorang harusnya saling mengerti akan yang lainnya.
Aku berkomentar dengan lantangnya karna bukan aku yang menjalani.
Tapi disaat yang sama terkadang aku lalai, bahwa harusnya mungkin itu bisa jadi pembelajaran.
Hari ni sesuatu terjadi dan aku berpikir berusaha mengurai persoalan.
Aku tertegun akan kisah lalu
Seperti pernah mengalami, aku baru tersadar 
Kisahku ini sama seperti yang pernah diceritakan
Aku malu sendiri, tertawa aku dibuatnya.

Baru aku pahami bahwa dibalik apa yang terjadi ada sesuatu yang bisa aku pelajari
Meski terkadang aku luput akan hal itu.



Selasa, 05 Juli 2016

Dejavu

Lagi, kalian memandangku hanya dengan sebelah mata 
Tidak, kali ini aku tidak kesal
Aku mencoba menyikapinya secara lebih bijak
Mungkin in bentuk rasa kasih sayang dari kalian untukku

Ketika aku kembali tiba di titik terendah
Aku diam,
Tapi sepertinya ini yang telah membuat kalian salah menduga
Aku diam bukan terpuruk
Aku diam bukan berarti mati
Aku diam, karna aku ingin
Dalam diam aku berfikir langkah apa yang selanjutnya harus aku ambil

Hal lain yang bisa aku tebak,
Kalian anggap aku sedih meratapi keadaan
Kenyataannya aku menikmati keadaan
Kekeliruan cara pandang yang membuat kita berbeda
Tak mengapa, aku justru bahagia
Itu artinya masih ada aku di hati kalian
Terimakasih aku ucapkan 

Semoga kelak kita bisa saling mengerti
Menghormati satu sama lain 
Tanpa harus ada prasangka
Tanpa harus ada pandangan sebelah mata

Halaman kita mungkin berbeda
Tidak bisa juga dipaksakan untuk sama
Aku dengan duniaku
Kalian dengan dunia kalian
Ada bukan untuk dipaksakan 
Tapi untuk saling melengkapi dengan menerima apa adanya
Bukan karena ada apanya...

Senin, 27 Juni 2016

Bagaimana seharusnya kita bersyukur (?)

Untuk diriku agar selalu ingat,

Bukan aku tidak ingin berjumpa
Bukan aku ingin menghindar
Bukan pula aku ingin bersembunyi
Tapi mungkin aku terlalu kecil jika berada diantara kalian sampai sampai mungkin aku tak akan dihiraukan.

Sampai akhirnya aku memberanikan diri,
Semua berjalan baik bahkan terlalu baik bahkan.
Aku mulai mengerti 
Setiap perjumpaan pasti ada artinya
Seperti sekarang kita berjumpa 
Aku justru bersyukur pada akhirnya
Bagaimana tidak...
Dari semua ceritamu, kau mengajarkan aku arti dari bersyukur 

Aku ada Sebagai pendengar
Mendengar ceritamu itu sudah cukup,
Kau bertanya, tidak adakah cerita yang dapat aku bagi?
Setelah mendengar ceritamu aku takut kau akan takut,
Ya aku mempunyai cerita.
Bagaimana kehidupan kita berjalan dengan sangat berbeda,
Sebegitunya berbeda hingga membuatku urung bercerita
Bukan aku pelit, meski mungkin kita bisa saling berbagi arti dari syukur
Entahlah, aku hanya takut apa yang aku maksud mungkin bukan itu yang kau tangkap.

Kau bertanya sesuatu pada dirimu meskipun sebenarnya kau sudah tau jawabannya.
Tapi kau terlihat seperti menikmati dengan membuat dirimu ada dalam masalah,
Aku coba membantu tapi lagi seperti kau menikmati sehingga aku tidak kau pedulikan.
Baiklah...

Dengan mendengarkan saja itu cukup untukku merefleksikan kehidupan, paling tidak kehidupanku sendiri 
Bagaimana selama ini aku menjalani hidup yang mungkin kau anggap teramat biasa tapi justru aku bisa tenang.
Bukan hakku untuk menghakimi
Tapi kalau kau memang menikmatinya, silahkan...
Satu yang mungkin bisa aku sampaikan,
Kau bisa saja mengeluh selama hidupmu, namun haruskah?