Senin, 27 Juni 2016

Bagaimana seharusnya kita bersyukur (?)

Untuk diriku agar selalu ingat,

Bukan aku tidak ingin berjumpa
Bukan aku ingin menghindar
Bukan pula aku ingin bersembunyi
Tapi mungkin aku terlalu kecil jika berada diantara kalian sampai sampai mungkin aku tak akan dihiraukan.

Sampai akhirnya aku memberanikan diri,
Semua berjalan baik bahkan terlalu baik bahkan.
Aku mulai mengerti 
Setiap perjumpaan pasti ada artinya
Seperti sekarang kita berjumpa 
Aku justru bersyukur pada akhirnya
Bagaimana tidak...
Dari semua ceritamu, kau mengajarkan aku arti dari bersyukur 

Aku ada Sebagai pendengar
Mendengar ceritamu itu sudah cukup,
Kau bertanya, tidak adakah cerita yang dapat aku bagi?
Setelah mendengar ceritamu aku takut kau akan takut,
Ya aku mempunyai cerita.
Bagaimana kehidupan kita berjalan dengan sangat berbeda,
Sebegitunya berbeda hingga membuatku urung bercerita
Bukan aku pelit, meski mungkin kita bisa saling berbagi arti dari syukur
Entahlah, aku hanya takut apa yang aku maksud mungkin bukan itu yang kau tangkap.

Kau bertanya sesuatu pada dirimu meskipun sebenarnya kau sudah tau jawabannya.
Tapi kau terlihat seperti menikmati dengan membuat dirimu ada dalam masalah,
Aku coba membantu tapi lagi seperti kau menikmati sehingga aku tidak kau pedulikan.
Baiklah...

Dengan mendengarkan saja itu cukup untukku merefleksikan kehidupan, paling tidak kehidupanku sendiri 
Bagaimana selama ini aku menjalani hidup yang mungkin kau anggap teramat biasa tapi justru aku bisa tenang.
Bukan hakku untuk menghakimi
Tapi kalau kau memang menikmatinya, silahkan...
Satu yang mungkin bisa aku sampaikan,
Kau bisa saja mengeluh selama hidupmu, namun haruskah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar