Kamis, 26 Januari 2017

Kita (?)

Kita bersama
Itu yang mereka lihat.
Tapi yang aku rasa, alami hanya ada aku disini bertemen ruang dan waktu.
Bisakah kau dan aku menjadi kita?
Ketika kita tidak berada di tempat yang sama?

Ketika kau acuh,
Ketika kau menelantarkan,
Ketika kau pergi,
Adakah yang kau tau?
Tapi banyak hal yang kau tuntut.
Di saat aku membutuhkanmu, dengan mudahnya kau menolakku.
Di saat itu pula aku sadar seberapa besar keperdulianmu atas semua ini.

Ketidakpedulian mu membuatku mencari bantuan lain, dengan hangat mereka membantu.
Aku malu pada mereka
Justru orang lain saja perduli.
Sedangkan kau?

Sungguh tak ingin lagi aku menyapamu bahkan sampai melihatmu!
Betapa rasa sakit ini terlalu menusuk bagiku.
Jujur aku tidak sanggup
Tapi aku bisa apa?
Mungkin nanti disaat raga ini benar benar lelah,
Maafkan jika aku meninggalkan semua ini
Aku bahkan tidak ingin dipersalahkan nantinya.

Sekarang aku menangis, meski bukan itu maksudku.
Kau menghampiri bertanya kepadaku, tapi hanya air mata yang keluar dariku.
Secepat itu pula kau mendekapku,
Memberikan rasa aman bagiku (itu menurutmu)
Dalam dekapmu kau bisikkan kepadaku "terimakasih"
Sungguh itukah yang kau pikirkan?
Hancur aku mendengarnya,
Jika itu yang kau pikir adalah jawaban yang aku ingin untuk semua ini...
Betapa dangkalnya pemikiranmu!

Seketika itu juga sungguh aku tidak mau tau dan perduli lagi apa apa tentangmu!
Di hidupku cuma ada aku,
Jikalau pun itu berubah menjadi "kita"
Bukan kau orang yang aku inginkan untuk bersamaku.